SOP Camp Relawan: Irama 70 Menit + Kode Etik + Toolbox
Fokus: Kakak-kakak relawan akan memandu tiap sesi camp dengan ritme yang teratur (pembuka → praktik nyata → main pasangan → refleksi). Pastikan suasana aman buat anak, dan gunakan alat yang selalu tersedia: sedotan, kertas HVS, dan mangkok/kresek.
1. Irama Sesi 70 Menit (Hafalkan Pola Ini)
| Fase | Waktu | Kegiatan Utama |
|---|---|---|
| 1 Pembuka | 15 menit | Yel-yel + panggil nama pakai undian mangkok + kasih tahu tujuan hari ini (cukup 1 kalimat saja). |
| 2 Eksplorasi nyata | 20 menit | Kakak kasih contoh di papan, anak-anak ikut praktik pegang sedotan/kartu HVS. |
| 3 Latihan pasangan | 25 menit | Main berpasangan, gantian peran A dan B. Kakak keliling memantau + terapkan aturan berhenti kalau macet 3 kali. |
| 4 Refleksi | 10 menit | Minta 2 anak cerita pengalamannya. Lalu tulis/dikte 1 kalimat pendek atau 1 kalimat angka, dan bagikan bintang HVS. |
Kalau mulainya telat? Potong saja waktu Fase 3, tapi jangan pernah memotong sesi refleksi. Ingat, satu sesi cukup satu misi saja, jangan ditambahi materi lain.
2. Ceklis Sebelum Camp Dimulai (10 Menit)
- Pastikan pembagian kelompok sudah pas dengan peta asesmen EGRA/EGMA (maksimal 6 anak per Kakak).
- Siapkan kartu dari HVS yang dilipat 3-4 kali dan ditulisi spidol tebal. Sedotan sudah dipotong-potong, dan mangkok sudah taruh di tengah meja.
- Bagi papan tulis jadi dua bagian: kiri untuk Kakak memberi contoh, kanan untuk area kerja anak. Siapkan spidol cadangan.
- Jangan lupa kantong kresek untuk tempat sampah potongan kertas/sedotan + lakban untuk menempel kartu di papan.
3. Kode Etik Singkat (Tempelkan di Papan)
| Kakak selalu lakukan ini ✅ | Kakak tidak boleh lakukan ini ❌ |
|---|---|
| Memanggil nama anak secara langsung atau sapa “Teman-teman”/“Adik-adik”; jongkok sejajar dengan mata mereka saat menasihati. | Membentak, menyentil fisik, menghukum anak berdiri, atau membanding-bandingkan anak. |
| Memuji usahanya secara spesifik: “Wah, kamu nutup bunyinya pas banget: mak!” | Memberikan nilai merah di kertas atau mengumumkan skor asesmen mereka di depan kelas. |
| Menjaga sentuhan fisik yang aman: tos tangan, acungan jempol; selalu minta izin dulu kalau mau bantu pegang tangannya. | Memfoto anak tanpa izin orang tua; membawa anak pergi jalan-jalan sendirian. |
| Menutup sesi belajar dengan soal yang dia pasti bisa + berpesan agar pulang hati-hati. | Membiarkan anak pulang sendirian saat hari sudah gelap tanpa ada yang mendampingi. |
4. Toolbox Wajib (Cukup Pakai Ini Saja)
| Alat | Jumlah per Meja (6 Anak) | Cara Buat / Cara Pakai |
|---|---|---|
| Sedotan warna | 60 potong pendek + 6 sedotan utuh (untuk penunjuk/pointer) | Potong-potong seukuran ujung jari; kumpulkan di mangkok tengah meja. |
| Kertas HVS | 15 lembar | Lipat 3-4 kali sampai jadi kartu yang agak tebal; sisanya dipakai untuk tempat anak menulis/dikte. |
| Mangkok/piring/loyang | 1 buah | Dipakai untuk wadah undian kartu + tempat sedotan di tengah. |
| Kantong kresek + lakban | 1 buah + 1 buah | Kresek untuk buang sampah; lakban untuk menempel kartu HVS ke papan tulis. |
| Spidol + papan tulis | 2 spidol + 1 papan | Pakai spidol untuk menulis besar-besar; kiri papan untuk contoh, kanan untuk anak mencoba. |
Kalau kartunya sobek atau rusak? Langsung tulis ulang saja di tempat — jangan tunda sesi belajarnya cuma karena nunggu kartu diganti.
5. Skrip Pembuka & Penutup Siap Pakai
| Situasi | Lebih baik bilang begini ✅ |
|---|---|
| Buka kelas | “Selamat pagi Teman-teman! [jeda] Hari ini kita mau main tutup kotak suara: dari ma jadi mak!” |
| Saat anak macet | “Tiga kali macet ya? [jeda] Nggak apa-apa, kita main yang gampang dulu yuk bareng Kakak!” |
| Saat kelas ribut | “Semuanya, angkat pointer sedotannya ke atas! [jeda] Nah, siapa yang paling cepat tenang, dia yang dapat undian pertama!” |
| Tutup kelas | “Siapa yang mau cerita serunya hari ini? [jeda] Bintang hebat untuk semua yang sudah berani mencoba!” |
6. P3K 30 Detik (Solusi Cepat Kalau Suasana Kacau)
- Kalau ada anak yang tertinggal: Beri dia 1 tugas kartu yang paling gampang + kasih tugas jadi ‘si pemegang mangkok’, jangan pakai batas waktu (timer).
- Kalau ada anak yang cepat bosan: Beri dia tugas ganda (misal: suruh dia gabung 2 kartu, atau minta dia bikin soal buat pasangan belajarnya).
- Kalau ada anak yang pasif/pendiam: Jadikan dia penjawab kedua setelah temannya menjawab duluan, supaya dia tidak merasa disorot berlebihan.
- Kalau alat mainnya kurang/hilang: Langsung ganti pakai versi jari dan suara saja; atau Kakak tulis misinya besar-besar di papan tulis.