Panduan Asesmen EGRA Mini: Petakan Level Baca 10 Menit per Anak
Fokus: Kakak akan memetakan tiap anak ke 1 dari 5 level (huruf → suku kata → kata → paragraf → cerita). Kita cukup pakai alat kartu HVS lipat, lalu buat kelompok belajarnya. Bawa santai saja ya, tanpa nilai merah!
1. Kit Uji 5 Menit (Sedotan + HVS + Mangkok)
- 10 kartu huruf:
a, i, u, e, o, m, n, s, t, l(Tulis 1 huruf besar per kartu dari kertas HVS yang dilipat 3x). - 8 kartu suku kata: kata nyata
mak, tin, los, nan, sam+ non-kata atau kata rekaan untuk uji bunyi murnitup, mel, dar. - 6 kartu kata:
makan, tinta, bolos, panas, santun, lepas. - 1 lembar berisi paragraf tentang panen + 1 lembar cerita tentang layang-layang (lihat di bagian 2).
- 1 sedotan untuk dipakai sebagai penunjuk (pointer) tiap anak + 1 mangkok untuk tempat undian + lembar skor dari bagian 4.
2. Lima Level + Daftar Uji Siap Pakai
| Level | Cara Menguji (Sekitar 1 Menit per Level) | Lolos jika |
|---|---|---|
| 1 Huruf | Tunjuk 10 kartu huruf secara acak, minta anak untuk membunyikannya (ingat, membunyikan bunyinya, bukan menyebut nama hurufnya ya). | Menjawab benar ≥8. |
| 2 Suku kata | Acak 8 kartu: mak, tin, los, nan, sam, tup, mel, dar. |
Menjawab benar ≥6, termasuk minimal 2 kata rekaan. |
| 3 Kata | Acak 6 kartu kata di atas, minta anak membaca utuh tanpa dieja. | Menjawab benar ≥4 dalam waktu 30 detik. |
| 4 Paragraf | Anak diminta membaca: “Pak Tani panen ketan. Ibu masak ketan panas. Tin makan lahap.” | Membaca lancar + ada 1 jeda yang wajar pada setiap kalimat. |
| 5 Cerita | Anak diminta membaca: “Sore ini angin kencang. Tin dan Los menerbangkan layang-layang di kebun. Benangnya putus, layangnya nyangkut di pohon mangga. Mereka tertawa dan mengambilnya bersama.” Setelah itu, beri 2 pertanyaan: Siapa yang main? Apa yang nyangkut? | Membaca lancar + 2 jawaban benar. |
3. Skrip Uji + Aturan Berhenti (Macet 3 Kali)
| Hindari bilang begini ❌ | Lebih baik bilang begini ✅ |
|---|---|
| “Kok gampang gini aja salah!” | “Bagus sekali sudah berani! [jeda] Yuk, coba bunyikan pelan-pelan sekali lagi.” |
| “Ayo cepat dong bacanya, waktunya mau habis nih!” | “Santai saja belajarnya. [jeda] Coba tunjuk pakai sedotanmu, lalu bunyikan!” |
| “Yang nilainya jelek duduk di belakang ya!” | “Tiga kali macet ya? [jeda] Oke kita berhenti di sini dulu ya, ini kelompok belajar hebatmu!” |
Aturan berhenti: Selalu mulai urut dari Level 1. Kalau anak salah 3 kali berturut-turut pada satu level → langsung hentikan ujian. Level akhirnya adalah satu tingkat di bawah tempat dia macet. Contoh: Macet 3 kali di Level 3 → maka catat kemampuannya di Level 2. Ingat, ini bukan hukuman, tapi buat memetakan kemampuan awalnya.
4. Lembar Skor 1 Halaman (Salin ke Kertas HVS)
| Nama Anak | L1 (…/10) | L2 (…/8) | L3 (…/6) | L4 (L/TL) | L5 (L/TL) | Level Akhir |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Contoh: Tin | 9 | 7 | 3 ✋ | — | — | 2 (Suku kata) |
Tulis L = Lolos, TL = Tidak Lolos/Belum Lolos, ✋ = Kena aturan berhenti, — = Tidak diuji karena sudah berhenti. Buat satu baris untuk satu anak. Satu lembar HVS biasanya muat sekitar 12 nama anak.
5. Cara Regrouping: Dari Skor Membentuk Kelompok
| Level Akhir | Nama Kelompok | Mulai dari Modul |
|---|---|---|
| 1 Huruf | Kelompok Bunyi | Modul bunyi awal + huruf a,i,u,e,o,m |
| 2 Suku kata | Kelompok Kunci | Modul suku kata tertutup mak, tin, los |
| 3 Kata | Kelompok Kata | Modul kata dengan 2 suku kata + kata rekaan |
| 4 Paragraf | Kelompok Lancar | Modul paragraf pendek + latihan dikte kalimat |
| 5 Cerita | Kelompok Cerita | Modul cerita + latihan menulis 2 kalimat sendiri |
Kelompok boleh dicampur usianya. Kalau satu kelompok jumlahnya lebih dari 6 anak, pecah jadi dua dan minta tolong Kakak relawan pendamping. Lakukan uji ulang tiap 2 minggu. Rayakan setiap ada anak yang naik level dengan memberikan tanda bintang di kartu namanya.
6. Tiga Pengaman Suasana agar Tetap Kondusif
- Lakukan ujian satu per satu di sudut yang teduh dan tenang. Sementara itu, biarkan teman-teman yang lain main tebak sedotan bersama Kakak relawan kedua.
- Batasi maksimal 10 menit saja untuk tiap anak. Kalau anaknya terlihat lelah? Hentikan saja ujiannya, dan bisa dilanjut besok — catat bagian terakhir yang dia kerjakan.
- Selalu akhiri sesi dengan kartu yang Kakak yakin dia bisa menjawabnya: “Tebakan terakhir, yang ini gampang lho: ma… [jeda] Hebat, mak!”