The Learning Library
Daftar isi

Panduan Asesmen EGMA Mini: Petakan Level Hitung 10 Menit per Anak

Fokus: Kakak akan memetakan tiap anak ke 1 dari 4 tingkatan atau blok (bilangan dasar → pasangan 5/10 → soal cerita selisih → operasi >20). Kita cukup pakai sedotan, bingkai lima dari kertas HVS, dan mangkok. Buat senyaman mungkin, tanpa coretan nilai merah.

1. Kit Uji 5 Menit (Sedotan + HVS + Mangkok)

  • Siapkan 15 potong sedotan dengan 2 warna berbeda (misalnya 8 merah + 7 biru) dan 1 mangkok tengah.
  • 1 lembar kertas HVS yang digambar “bingkai lima” untuk tiap anak (bentuknya 1 baris berisi 5 kotak sejajar) + 1 bingkai ukuran besar yang digambar di papan.
  • 4 kartu soal cerita bergambar sederhana (tema panen, layang-layang, laut, dan angkot — cek di bagian 3).
  • 1 lembar HVS berisi garis bilangan terbuka (garis lurus dengan tanda 0 dan 20 saja) + lembar skor dari bagian 5.

2. Empat Blok + Daftar Uji Siap Pakai

Blok Cara Menguji Lolos jika
A Bilangan dasar (tatap-cepat; tebak jumlah sekali lihat) Tunjukkan 1–5 sedotan secara acak selama 3 detik, lalu tutup. Coba urutan ini: 2→4→1→5→3. Setelah itu, minta anak berhitung urut 1–20 maju dan mundur. Bisa menebak benar ≥4 kali tatapan + bisa berhitung 1–20 tanpa ada angka yang terlewat.
B Pasangan 5/10 Isi bingkai dengan 2 sedotan merah, lalu tanya: “Biar kotaknya penuh 5, kita butuh berapa sedotan biru, ya?” Ulangi untuk jumlah 3→1→4. Kalau sudah lancar, naik level ke bingkai ganda: “Kalau 8, butuh berapa lagi biar jadi 10?” Bisa menjawab 3 soal pasangan 5 + 1 soal pasangan 10 dengan benar.
C Cerita selisih Bacakan 2 soal cerita (pilih dari bagian 3). Anak bebas memakai bantuan sedotan untuk menghitung. Menjawab benar minimal 1 dari 2 soal + bisa menunjukkan selisihnya pakai sedotan.
D Operasi >20 Berikan soal lisan + berikan garis bilangan terbuka: 27 + 5, 34 − 6. Anak boleh membuat lompatan di garis tersebut. Menjawab benar minimal 1 dari 2 soal dengan cara yang jelas (misalnya: melompat 3 langkah, lalu 2 langkah lagi).

3. Bank Soal Cerita Selisih (Gunakan Konteks Ini Saja)

  1. Panen: “Tadi di kebun kita panen 9 mangga, eh tapi 5 mangga dimakan tupai. Berapa sisa mangganya sekarang?”
  2. Layang-layang: “Tin punya 7 layang-layang kertas, sedangkan Los punya 4. Berapa selisih layang-layang mereka?”
  3. Laut: “Nelayan bawa pulang 12 ikan, lalu 8 ikan sudah laku dijual di pantai. Tinggal berapa sisa ikannya?”
  4. Angkot: “Di dalam angkot ada 11 orang penumpang, terus 4 orang turun di dekat kebun. Berapa orang yang masih ada di dalam angkot?”

Pilih 2 soal saja untuk setiap anak (1 soal tentang sisa + 1 soal tentang selisih). Bacakan soalnya dua kali pelan-pelan. Tunjukkan gambar di HVS kalau anak butuh bantuan visual.

4. Skrip Uji + Aturan Berhenti

Hindari bilang begini ❌ Lebih baik bilang begini ✅
“Ayo hitung satu-satu yang rapi dong!” “Coba tatap 3 detik saja. [jeda] Percaya sama matamu, ada berapa sedotannya?”
“Masa soal pengurangan gampang gini aja salah!” “Coba ditaruh dulu sedotannya di mangkok. [jeda] Menurutmu yang mana yang lebih banyak?”
“Yah, kamu masuk kelompok paling bawah deh.” “Tiga kali macet ya? [jeda] Nggak apa-apa, kita berhenti di sini dulu ya. Ini peta belajar hebatmu!”

Aturan berhenti: Selalu mulai berurutan dari Blok A. Kalau anak menjawab salah 3 kali berturut-turut dalam satu blok → langsung hentikan ujiannya. Blok kemampuan akhir si anak adalah blok terakhir yang berhasil ia lewati. Contoh: Anak macet 3 kali di Blok C → maka kemampuan akhirnya dicatat di Blok B. Tes ini maksimal 10 menit saja per anak agar mereka tidak bosan.

5. Lembar Skor 1 Halaman (Salin ke Kertas HVS)

Nama Anak A Tatap (…/5) B Pasangan (…/4) C Cerita (…/2) D >20 (…/2) Blok Kemampuan Akhir
Contoh: Los 5 4 0 ✋ B (Pasangan 5/10)

✋ = kena aturan berhenti, — = tidak diuji karena sudah berhenti di blok sebelumnya. Regrouping (Pengelompokan):

  • Anak di tingkat A → fokus ke permainan tatap-cepat.
  • Anak di tingkat B → fokus belajar pakai bingkai lima/sepuluh.
  • Anak di tingkat C → fokus ke soal cerita selisih pakai alat bantu sedotan.
  • Anak di tingkat D → fokus latihan pakai garis bilangan terbuka untuk angka >20.

Uji ulang setiap 2 minggu sekali. Boleh mencampur usia anak dalam satu kelompok, tapi maksimal pegang 6 anak per Kakak relawan supaya tetap fokus.